Redaksi SAH

Aceh Harus Jadi Pusat Industri Halal

DPW MATRA Aceh, Featured, Prof TA Sanny, Tuanku Warul Waliddin

BANDA ACEH | SAH – Aceh sebagai daerah bersyariat Islam harus menjadi pusat industri halal, berbagai kearifan dan kultur lokal Aceh harus dibangkitkan kembali menjadi nilai jual untuk pengembangan pariwisata.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua Umum Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Prof. Dr. Eng. Ir. Teuku Abdullah Sanny, M.Sc dalam diskusi ringan bersama Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Masyarakat Adat Nusantara (MATRA) Aceh, Kamis, 28 Desember 2023, di Banda Aceh.

Guru besar Istitut Teknologi Bandung (ITB) itu menjelaskan, pola pikir masyarakat Aceh juga harus dibangun kembali untuk menatap masa depan, membangun peradaban, sebagaimana telah dilakukan oleh para pendahulu Aceh masa lalu.

“Ini momentum terbaik untuk kita bangkit. Kita harus membangun mindset kembali untuk menatap Aceh masa depan. Membangun manusianya untuk membangun peradaban. Kalau sekarang kan orientasinya politik semua, sehingga Aceh sulit bangkit. Ini moment terbaik untuk Aceh bangkit,” ujarnya.

Prof. TA Sanny menambahkan, salah satu upaya yang bisa dilakukan sekarang Aceh membangun pariwisata dan industri halal. Aceh sebagai daerah bersyariat Islam harus menjadi pusat industri halal.

“Saya sudah sampaikan ini dalam pertemuan Diaspora Aceh baru-baru ini di Jakarta. Kita menyatukan orang-orang di luar Aceh untuk membangun industri halal secara global. Zaman sekarang kita tidak bisa berdiam diri, harus melakukan sesuatu untuk Aceh yang lebih baik. Tokoh-tokoh Aceh di luar harus diajak untuk memikirkan Aceh secara politik dan ekonomi,” tegasnya.

Selain itu kedisiplinan dalam membangun dunia pendidikan harus digalakkan, karena pendidikan merupakan kunci utama untuk menghasilkan sumber daya yang handal. Ia mencontohkan, bagaimana Jepang yang luluh lantak dulu dihantam bom atom pada 1945, bisa bangkit menjadi negara maju melalui pendidikan.

“Ketika Hiroshima dan Nagasaki dibom oleh Sekutu, yang pertama ditanya oleh Kaisar Jepang adalah berapa guru yang tersisa, bukan berapa perwira yang selamat. Dengan pendidikan Jepang bisa bangkit menjadi negara maju seperti sekarang,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua DPW MATRA Aceh Tuanku Warul Waliddin, juga mengajak semua pihak untuk bangkit mengaktualisasi diri dengan spirit masa lalu. membangun Aceh harus dengan pengetahuan. Aceh yang jauh tertinggal dalam banyak hal harus bangkit menggapai dan menggarap setiap peluang.

“Seperti disampaikan Prof TA Sanny tadi, mengajak kita semua untuk mengaktualisasi dunia pendidikan dan teknologi, dengan begitu Aceh akan bangkit dari ketertinggalan. Bagaimana dulu Gampong Pande bisa menjadi pusat industri, jadi bukan alasan kita tidak bisa maju kembali,” jelasnya.

Diskusi santai itu juga dihadiri Wakil Ketua DPW MATRA Aceh Teuku Samsul Tsani, Bendahara Teuku Asril, serta beberapa pengurus DPW MATRA Aceh Lainnya.[]

Leave a Comment