CALANG | SAH – Ketua Ikatan Keluarga Aceh Jaya (Ikajaya) Amal Hasan SE, M.Si unggul atas kandidat lainnya dalam poling calon bupati Aceh Jaya yang digelar secara online melalui portal pollingkita.com sejak dibuka Senin, 19 Februari 2024 pukul 22.57 WIB.
Ada sembilan nama kandidat calon bupati Aceh Jaya yang diikutsertakan dalam poling tersebut, mulai dari Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Jaya Muslem D, Ketua Partai DPD NasDem Aceh Jaya H Yusdi, Ketua DPC Demokrat Aceh Jaya Muhammad Jamin, Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA) Meureuhom Daya Saifuddin Johan, Ketua Ikatan Keluarga Aceh Jaya Amal Hasan, Mantan Sekda Aceh Jaya Mustafa, Mantan Bupati Aceh Jaya Irfan TB, Anggota DPRK Aceh Jaya Safwandi, dan tokoh muda Aceh Jaya H Hendri Muliana.
Sehari setelah poling dibuka, hingga pukul 22.35 WIB Selasa, 20 Februari 2024, dari 873 total suara yang masuk, Amal Hasan unggul 28,9 persen, disusul H Hendri Mulia di posisi kedua dengan raihan 26,7 persen, kemudian Mustafa 10,3 persen, Muslem 10,1 persen, Irfan TB 7,4 persen, Safuddin Johan 5,2 persen, H Yusdi 4,1 persen, Safwandi 4,0 persen, dan Muhammad Jamin 3,3 persen suara.
Nama Amal Hasan awalnya muncul sebagai kandidat calon Bupati Aceh Jaya pada 18 April 2023 lalu dalam silaturrahmi 50 tokoh dan deklarator Kabupaten Aceh Jaya di Banda Aceh. Peserta silaturrahmi yang dipandu oleh deklarator dan Ketua Pemekaran Aceh Jaya, Adnan NS itu mencalonkan Amal Hasan sebagai Bupati Aceh Jaya.
Amal Hasan lahir di Calang pada 1 Oktober 1968. Ia dikenal sebagai ekonom dan bankir Aceh. Ayah dua anak ini pernah menjabat sebagai Direktur Dana dan Jasa Bank Aceh. Pada masanya Bank Aceh berhasil konversi dari bank konvensional menjadi bank syariah.
Karir Amal Hasan dimulai pada tahun 1990 sebagai staf administrasi di PT Bank Aceh, kemudian dipromosikan menjadi kepala seksi, manejer lini, hingga menjadi kepala bagian. Sukses di empat jenjang awal karirnya itu, Amal Hasan pada tahun 2007 dipromosikan menjadi Pemimpin Kantor Cabang Bank Aceh Sisingamangaraja di Medan, Sumatera Utara. Ia merupakan pemimpin cabang pertama ekspansi operasional Bank Aceh di luar Provinsi Aceh.
Tahun 2010 Amal Hasan ditarik kembali ke Banda Aceh dan diserahi tugas sebagai Kepala Bidang Promosi dan Humas Kantor Pusat Bank Aceh. Dalam jabatan tersebut Amal Hasan juga dipercayakan sebagai Pemimpin Redaksi Seuramoe Bank Aceh, majalah internal Bank Aceh yang ikut mengawal proses konversi Bank Aceh, serta mempromosikan berbagai produk dan program serta kegiatan Bank Aceh.
Setelah sukses di posisi tersebut, Amal Hasan pada tahun 2016 dipromosikan lagi menjadi Pemimpin Divisi Corporate Secrtary Bank Aceh, tiga tahun kemudian (2019) dimutasi menjadi Pemimpin Divisi Perencanaan. Setahun memagang jabatan tersebut, Amal Hasan terpilih dan dipercayakan menjadi Direktur Dana dan Jasa Bank Aceh. Di semua jabatan yang diembannya itu Amal Hasan sukses dengan baik hingga tahun 2023.
Selama berkarir di Bank Aceh, atas pengabdiannya di bank kebanggan rakyat Aceh itu Amal Hasan juga pernah dianugerahi penghargaan Jubulium. Atas semua dedikasi dan perjalan karirnya sebagai bankir profesional yang telah banyak terlibat dalam pembangunan ekonomi daerah
Amal Hasan juga dikenal sebagai organisator yang terlibat aktif dalam berbagai organisasi. Beberapa organisasi yang hingga kini masih dipimpinnya antara lain: Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala (PP Ikafensy), Ketua Umum Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia (Perhumas) Wilayah Aceh, Ketua Umum Pengurus Daerah (Pengda) HAPKIDO Aceh. Baru-baru ini pada Jumat, 9 Februari 2024 Amal Hasan juga terpilih sebagai Ketua Ikatan Alumni Universitas Syiah Kuala.[]



