KUALA SIMPANG | SAH — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperkuat strategi pencegahan korupsi melalui pendekatan edukasi publik yang menyasar generasi muda. Lewat kegiatan “Benar Benar Aksi: Kolaborasi Edukasi Antikorupsi” di Kabupaten Aceh Tamiang, Selasa (10/2/2026), KPK menggabungkan upaya penanaman nilai integritas sejak dini dengan dukungan pemulihan psikososial bagi anak-anak terdampak bencana.
Program ini menjadi bagian dari pendekatan humanis KPK dalam membangun budaya antikorupsi, terutama di wilayah yang sedang menghadapi situasi krisis. Edukasi tidak hanya berorientasi pada pencegahan jangka panjang, tetapi juga menghadirkan ruang aman dan bermakna bagi anak-anak untuk pulih secara emosional.
Direktur Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi KPK, Amir Arief, menjelaskan kegiatan tersebut mengusung dua misi utama sekaligus, yakni mendukung pemulihan psikososial pascabencana serta menanamkan nilai kejujuran, empati, dan kepedulian sosial sebagai fondasi integritas.
“Kami menjalankan dua misi penting sekaligus, yakni memberikan dukungan pemulihan psikososial pascabencana, sekaligus menanamkan nilai-nilai antikorupsi sejak dini, terutama nilai kepedulian kepada sesama dalam merespons dampak sosial pascabencana,” ujar Amir.
Lebih dari 600 pelajar dilibatkan dalam kegiatan yang dilaksanakan di dua satuan pendidikan terdampak banjir bandang akhir tahun lalu, yakni SDN 1 Kuala Simpang dan Madrasah Diniyyah Takmiliyah Awaliyah Al-Ihsan. Anak-anak mengikuti berbagai aktivitas pemulihan melalui pendekatan ramah anak, seperti permainan edukatif, dongeng inspiratif, kegiatan kreatif, serta pendampingan psikolog.
Menurut Amir, anak-anak merupakan kelompok paling rentan dalam situasi pascabencana sehingga membutuhkan perhatian khusus agar dapat kembali merasa aman, percaya diri, dan siap melanjutkan proses belajar. Karena itu, kegiatan dirancang tidak sekadar menghadirkan hiburan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai dasar integritas secara sederhana dan kontekstual.
“Setelah ini, anak-anak harus semangat untuk kembali bersekolah agar kelak menjadi generasi yang tangguh, cerdas, peduli pada lingkungan, dan menjunjung tinggi integritas,” jelasnya.
Dalam pelaksanaannya, KPK menggandeng berbagai mitra strategis, antara lain Perwakilan BKKBN Provinsi Aceh, Human Initiative, Asosiasi Psikolog Sumatera Utara, Komunitas Penyuluh Antikorupsi (KOMPAK) Sumut, Saya Perempuan Antikorupsi (SPAK), Komunitas Medan Membaca, Masyarakat Transparansi (MaTA) Aceh, serta Gerakan Antikorupsi (GeRAK) Aceh. Kolaborasi lintas komunitas ini memperkuat misi kemanusiaan sekaligus edukasi nilai integritas di tengah masyarakat terdampak bencana.
KPK berharap kegiatan tersebut tidak hanya membantu mempercepat pemulihan psikologis anak-anak, tetapi juga menumbuhkan kesadaran sejak dini untuk menjaga lingkungan sosial yang jujur, peduli, dan bebas dari praktik korupsi demi masa depan generasi mendatang.[]



