BANDA ACEH | SAH – Pimpinan Wilayah Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PW ISNU) Aceh menjajaki kerja sama dengan DPRK Nagan Raya untuk mengembangkan program penguatan kapasitas dan karakter generasi muda di Aceh, khususnya di Kabupaten Nagan Raya.
Pertemuan antara pengurus PW ISNU Aceh dan Wakil Ketua DPRK Nagan Raya, Dr Said Syahrul Rahmad SH MH berlangsung di Kantor PW ISNU Aceh, Rabu, (1/7/2026).
Dari pihak PW ISNU Aceh, pertemuan tersebut dihadiri Sekretaris PW ISNU Aceh, Rahmad Syah Putra, Ketua Bidang Pendidikan Jovial Pally Taran, serta akademisi Muhajir Al-Fairusy.
Said Syahru Rahmad mengatakan DPRK Nagan Raya melihat PW ISNU Aceh memiliki kapasitas akademik dan jaringan yang dapat mendukung pengembangan sumber daya manusia, terutama di kalangan pemuda.
“Kami berharap dapat membangun kolaborasi konkret melalui berbagai program penguatan kapasitas kepemudaan. Generasi muda tidak hanya membutuhkan kompetensi, tetapi juga penguatan karakter, integritas, nasionalisme, dan nilai-nilai keagamaan,” kata Said.
Menurut dia, DPRK Nagan Raya terbuka untuk mendukung program kemitraan yang berdampak pada peningkatan kualitas pemuda, termasuk dalam menghadapi tantangan transformasi digital dan perubahan sosial.
Sejumlah agenda kerja sama yang dibahas meliputi pelatihan kepemimpinan, penguatan literasi digital, moderasi beragama, pendidikan kebangsaan, pengembangan kewirausahaan muda, serta peningkatan kapasitas organisasi kepemudaan berbasis nilai keislaman dan kearifan lokal Aceh.
Sekretaris PW ISNU Aceh, Rahmad Syah Putra, menyebut organisasi yang menghimpun kalangan sarjana dan profesional itu siap berkolaborasi dengan pemerintah daerah maupun lembaga legislatif dalam pengembangan sumber daya manusia.
“Penguatan karakter kepemudaan harus menjadi agenda bersama. Kami siap menghadirkan akademisi, peneliti, dan praktisi untuk mendukung program-program yang berbasis riset, nilai keislaman Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah, serta semangat kebangsaan,” ujarnya.
Rahmad mengatakan kerja sama tersebut diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui program berkelanjutan, seperti sekolah kepemimpinan pemuda, pelatihan literasi digital, pendidikan karakter, dan pendampingan kewirausahaan.
Ketua Bidang Pendidikan PW ISNU Aceh, Jovial Pally Taran, menilai pembangunan karakter perlu berjalan seiring dengan peningkatan kompetensi akademik dan keterampilan abad ke-21 agar generasi muda mampu beradaptasi dengan perubahan.
Pertemuan tersebut ditutup dengan komitmen kedua pihak untuk menyusun program kerja bersama yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan di Aceh. []



