Thursday, 15 October 2026

Suara Aceh Headline

Informatif, Edukatif, Solutif

Daerah

Amal Hasan Ajak BEM di Lingkungan USK Perkuatan Sinergitas dengan Alumni

Ketua PP IKA USK Amal Hasan melakukan pertemuan dengan pengurus BEM se-USK. Foto: Ammar.

BANDA ACEH | SAH – Pengurus Pusat Ikatan Alumni Universitas Syiah Kuala (PP IKA USK) menggandeng pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) USK dan BEM 12 Fakultas di lingkungan USK untuk memperkuat konsolidasi dan menjembatani alumni muda (fresh graduate) dalam pengembangan diri menuju dunia kerja, Selasa malam, 13 Oktober 2026 di Banda Aceh.

Ketua Umum PP IKA USK Amal Hasan, SE, M.Si menjelaskan, antara BEM selaku organisasi mahasiswa dengan organisasi alumni memiliki hubungan yang saling melengkapi dan menguatkan, baik dalam keberlanjutan organisasi maupun dalam mencari peluang di dunia kerja.

“Komunikasi antara kita harus terus berlanjut dalam hubungan yang saling melengkapi bersifat symbiosis mutualismse. Malah untuk menghindari kesenjangan atau jarak antara fresh graduate dengan para alumni senior, di kepengurusan PP IKA USK akan kita buat departemen alumni muda, sehingga ini nanti bisa menjadi jembatan penghubung antar generasi muda dengan para alumni tua, sehingga tidak ada jarak antar sesama alumni,” jelas Amal Hasan.

Departemen alumni muda di PP IKA USK nanti akan diisi oleh para lulusan baru, para pengurus BEM selingkungan USK yang nanti akan lulus menjadi alumni, bisa masuk menjadi pengurus di departemen tersebut.

“Jadi ini menjadi tempat bagi fresh graduate untuk mengembangkan diri dalam berorganisasi dan pintu untuk masuk ke dunia kerja, sehingga mata rantai jalinan hubungan alumni antara angkatan baru dengan yang lama itu saling terkait, tidak putus. Ini juga menjadi semacam regenerasi nantinya di kepengurusan IKA USK,” lanjut Amal Hasan.

Dalam pertemuan penuh keakraban tersebut juga diisi dengan diskusi kondisi Aceh kekinian. para Ketua BEM menyampaikan kegelisahan mereka terhadap berbagai persoalan dan dinamika politik ekonomi sosial serta kondisi Aceh terkini termasuk manajemen dan birokrasi di lingkungan civitas akademika USK.

Menurut Amal Hasan menambahkan, mahasiswa sebagai kelompok intelektual muda merasa memiliki tanggung jawab moral untuk bersuara. Namun mereka tidak ingin gerakan mahasiswa terjebak pada aksi tanpa arah.

Amal Hasan menegaskan ada tiga peran IKA USK ke depan yang bisa dilakukan oleh menjawab berbagai persoalan. Pertama, IKA USKA bisa menjadi jembatan dialog antara mahasiswa dengan pemerintah Aceh, DPRA, dan stakeholder lainnya agar aspirasi mahasiswa tidak berhenti di jalan.

Kedua, sebagai pusat data dan kajian kebijakan, di mana alumni – alumni USK yang kini menjadi akademisi, birokrat, dan profesional akan membantu BEM dalam mengkaji persoalan Aceh secara akademik.

Ketiga, sebagai penyangga gerakan moral, agar BEM USK tetap independen, tidak ditunggangi kepentingan politik praktis.

“IKA USK tidak akan membiarkan adik-adik BEM jalan sendiri. Kami akan dampingi. Kritik harus tetap ada, tapi harus konstruktif untuk perbaikan Aceh,” tegas Amal Hasan.[]

Tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *