Akses ke dataran tinggi Gayo Lues kembali tersambung setelah Hutama Karya (HK) merampungkan pembangunan jembatan sementara Aih Bobo. Sejak Kamis, 12 Februari 2026 jembatan tersebut sudah dapat dilintasi.

Redaksi SAH

Jembatan Aih Bobo Rampung, Akses ke Gayo Lues Kembali Tersambung

Bencana Hidrometeorologi, Featured, Gayo Lues, Jembatan Aih Bobo, Pilihan

BLANGKEJEREN | SAH –  Akses ke dataran tinggi Gayo Lues kembali tersambung setelah Hutama Karya (HK) merampungkan pembangunan jembatan sementara Aih Bobo. Sejak Kamis, 12 Februari 2026 jembatan tersebut sudah dapat dilintasi.

Peresmian dan pembukaan akses jembatan turut dihadiri sejumlah pejabat daerah dan unsur keamanan setempat. Hadir dalam kegiatan tersebut Asisten III Bupati Gayo Lues, Amrin, Kapolres Gayo Lues Hyrowo, PPK 3.4 BPJN Irvan Syahputra, serta Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kab. Gayo Lues, Chairuddin Kasiman. Dari Hutama Karya, turut hadir Koordinator Project Manager (PM) TD Sumatra, Bambang Arfandie, dan PM TD Ruas Bts.Aceh Tengah/Gayo Lues – Blangkejeren – Bts Gayo Lues/Aceh Tenggara, Septesen Nababan

Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Mardiansyah, menyampaikan bahwa Hutama Karya menjalankan penugasan tanggap darurat dari Kementerian Pekerjaan Umum dengan fokus pada keselamatan pengguna, mutu pekerjaan, dan percepatan pemulihan akses warga. “Hutama Karya berkomitmen mendukung pembangunan berkelanjutan pasca bencana, agar konektivitas yang pulih dapat segera menggerakkan kembali aktivitas ekonomi masyarakat,” tutupnya

Proyek Tanggap Darurat yang diinisiasi Kementerian Pekerjaan Umum (PU) ini dikerjakan oleh HK dengan jenis jembatan sementara yakni pelat baja bergelombang (corrugated steel plate)  sebagai penghubung aktivitas ekonomi dan layanan dasar warga.

Pada November 2025, bencana hidrometeorologi melanda dan merusak banyak titik penghubung, termasuk Jembatan Aih Bobo yang merupakan jalur penting warga. Situasi tersebut sempat membuat akses antarwilayah menjadi lambat dan berisiko, serta mengganggu rantai pasok kebutuhan pokok. Jembatan sementara yang kini dibuka untuk umum dibangun menggunakan sistem rangka pelat baja bergelombang (corrugated steel plate) sesuai kebutuhan penanganan darurat.

Secara teknis, struktur utama memiliki bentang 27,5 meter dengan lebar 5 meter. Total panjang penanganan mencapai 90 meter, menyesuaikan kondisi lokasi dan kebutuhan oprit pendekat. Jembatan ini dirancang dengan kapasitas maksimal 10 ton untuk memastikan pengaturan beban kendaraan yang melintas tetap aman. Pekerjaan konstruksi berlangsung sejak minggu ketiga Januari hingga minggu pertama Februari, atau secara akumulasi

Pulihnya konektivitas di Aih Bobo berdampak langsung pada rutinitas warga. Jalur ini menjadi akses utama untuk mengangkut hasil tani, menjangkau pasar, dan menghubungkan permukiman dengan pusat layanan. Lebih dari itu, akses menuju fasilitas kesehatan menjadi perhatian karena keterlambatan perjalanan dapat berisiko bagi pasien. Pengalaman sebelumnya menunjukkan, ketika jembatan putus, mobilitas warga menurun tajam dan penyeberangan menjadi tidak ideal. Karena itu, pembukaan jembatan sementara ini memberi ruang pemulihan sosial-ekonomi, sembari menunggu penanganan permanen di kemudian hari.[]

Leave a Comment