BANDA ACEH | SAH – Sebanyak 26 terpidana divonis mati oleh Pengadilan Tinggi (PT) Banda Aceh. dalam tahun 2023 PT Banda Aceh menyelesaikan 744 perkara dalam total 825 perkara banding yang masuk. Sisanya 51 perkara akan diputuskan dalam Januari 2024.
Hal itu disampaikan Hakim Tinggi Ad Hoc Tipikor yang juga Koordinator Hubungan Masyarakat (Humas) Pengadilan Tinggi Banda Aceh, Dr. Taqwaddin, Rabu, 3 Januari 2024.
Mantan Kepala Ombudsman Aceh ini menjelaskan, 744 kasus yang sudah diputuskan itu 94 persen dari jumlah perkara upaya hukum banding yang masuk. Perkara yang belum putus ini disebabkan karena perkara yang dimintakan banding tersebut diajukan pada bulan Desember 2023. Jadi tak selesai putusan karena urutan perkara yang masuk pada akhir tahun.
Taqwaddin menambahkan, bahwa dari 825 perkara yang diperiksa selama 2023, yang terbanyak adalah perkara pidana yaitu 640 perkara, menyusul perkara perdata 139, perkara pidana korupsi 41, dan perkara pidana anak 5.
Kasus-kasus pidana mendominasi perkara di PT BNA, yaitu totalnya mencapai 686 perkara dari dua panitera muda, Panitera Muda Pidana dan Panitera Muda Tipikor.
Dari 825 perkara yang menjadi beban kerja selama 2023, sebanyak 70 perkara merupakan perkara sisa yang tidak selesai diputuskan pada tahun 2022. Sedangkan beban awal 2024 ini adalah 51 perkara yang merupakan sisa perkara yang belum putus pada tahun 2023 lalu.
“Dibandingkan dengan beban perkara tahun 2022 lalu yang semuanya berjumlah 677 perkara, maka selama tahun 2023 PT BNA menerima jumlah perkara yang lebih banyak, yaitu 825 perkara,” ujarnya.
Taqwaddin menambahkan, walaupun jumlah perkara semakin meningkat, dan jumlah hakim semakin berkurang yaitu hanya 14 orang Hakim Tinggi, tetapi kinerja PT BNA terus dioptimalkan.
“Pengadilan Tinggi Banda Aceh telah menghukum mati 26 orang terpidana, hukuman pidana seumur hidup 7 orang, hukuman pidana antara 10 sampai 20 tahun sebanyak 30 terpidana, hukuman pidana 5 – 10 tahun sebanyak 126 terpidana, dan hukuman pidana antara 1 sampai 5 tahun sebanyak 447 terpidana.
Jumlah terpidana Hukuman mati tahun ini meningkat, lebih banyak dari tahun 2022 yang jumlahnya 22 orang. Selama tahun 2023, PT BNA telah menjatuhkan putusan hukuman mati sebanyak 26 terpidana,” pungkasnya.[]



