JAKARTA | SAH — Pemerintah memperkuat strategi pembinaan pencak silat sebagai bagian dari upaya mendorong olahraga asli Indonesia itu menembus panggung global, termasuk Olimpiade.
Komitmen ini ditegaskan Presiden Prabowo Subianto saat membuka Musyawarah Nasional (Munas) XVI Ikatan Pencak Silat Indonesia di Jakarta.
Dalam arahannya, Presiden menekankan bahwa pencak silat tidak hanya berfungsi sebagai cabang olahraga, tetapi juga instrumen strategis dalam pembangunan karakter bangsa sekaligus diplomasi budaya Indonesia di tingkat global.
“Pencak silat adalah bagian dari budaya dan kepribadian bangsa yang harus dijaga, dibina, dan dikembangkan,” ujar Presiden.
Penguatan pencak silat menjadi bagian dari agenda pembangunan sumber daya manusia (SDM) unggul, sejalan dengan visi nasional untuk meningkatkan daya saing bangsa melalui olahraga, budaya, dan karakter. Dalam kerangka Asta Cita, langkah ini berkaitan dengan penguatan jati diri bangsa serta peningkatan prestasi Indonesia di kancah internasional.
Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir yang menerima penghargaan dalam Munas tersebut menyatakan bahwa pemerintah akan mengawal pengembangan pencak silat secara terstruktur, mulai dari pembinaan atlet, penguatan organisasi, hingga ekspansi kompetisi internasional.
Menurutnya, pencak silat memiliki modal kuat untuk mendunia, baik dari sisi jumlah perguruan, basis atlet, maupun nilai budaya yang melekat. Namun, diperlukan strategi terpadu agar dapat diakui sebagai cabang olahraga resmi di Olimpiade.
Selain itu, Presiden juga menyoroti pentingnya filosofi pencak silat dalam membentuk ketahanan nasional berbasis karakter. Nilai-nilai kemandirian, disiplin, dan kekuatan mental dinilai menjadi fondasi dalam membangun masyarakat yang tangguh.
Dalam Munas tersebut, pemerintah juga memberikan apresiasi kepada sejumlah tokoh yang berkontribusi dalam pengembangan pencak silat, di antaranya Panglima TNI Agus Subiyanto, Kapolri Listyo Sigit Prabowo, serta Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri.
Melalui penguatan pembinaan dan dukungan lintas sektor, pemerintah menargetkan pencak silat tidak hanya menjadi kebanggaan nasional, tetapi juga mampu bersaing di level global. Upaya ini sekaligus mempertegas posisi olahraga sebagai instrumen strategis dalam membangun karakter bangsa dan memperluas pengaruh Indonesia di panggung dunia.[]


