Redaksi SAH

Ilyas Muhammad Harun Pimpin MES Kota Banda Aceh

Featured, Masyarakat Ekonomi Syariah, MES Kota Banda Aceh

BANDA SAH | CBNPost – Ilyas Muhammad Harun dilantik sebagai Ketua Pengurus Daerah (PD) Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Kota Banda Aceh periode 2023-2028. Pelantikan digelar di Aula Gedung Mawardy Nurdin, Balai Kota Banda Aceh pada Sabtu, 13 Januari 2024.

Pelantikan dirangkai dengan penandatanganan MoU MES Banda Aceh dengan rumah zakat serta seminar nasional “Membumikan ekonomi syariah di bumi Serambi Mekkah”. Ada pula Bazar UMKM delapan produk kerajinan dan makanan.

Pj Wali Kota Amiruddin berharap pengurus baru dapat menjalankan amanah yang telah dipercayakan dapat dijalankan dengan penuh dedikasi, integritas, dan semangat untuk mewujudkan visi dan misi MES dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat Banda Aceh, khususnya UMKM Muslim.

Menurutnya, peran MES di Banda Aceh tidak hanya sekadar sebuah organisasi, melainkan mitra strategis bagi Pemko Banda Aceh dalam pembangunan ekonomi syariah, melalui kegiatan kolaboratif seperti seminar ekonomi syariah dan bazaar UMKM seperti yang telah digelar, dapat mengukuhkan peran MES sebagai motor penggerak kemajuan ekonomi syariah di kota ini.

Amiruddin pum mengajak semua pihak untuk mewujudkan program-program yang inovatif dan berdaya saing untuk mendukung perkembangan ekonomi syariah di Banda Aceh.

“Kami percaya bahwa ruang kolaborasi antara Pemko Banda Aceh dan PD MES Kota Banda Aceh akan menjadi landasan yang kokoh dalam menumbuhkan dan mengembangkan ekonomi Syariah khususnya UMKM. Dengan sinergi yang kuat, kita dapat menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Amiruddin menambahkan, promosi produk halal menjadi fokus utama yang dapat dijalankan, selaras dengan visi Banda Aceh sebagai kota berbasis syariah. Katanya, pemko akan terus mendukung dan mempromosikan produk-produk halal untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang semakin meningkat kesadaran halalnya.

“Peningkatan kapasitas produksi dan daya saing UMKM lokal juga akan menjadi prioritas utama, dengan menyediakan program pelatihan dan pendampingan yang berkualitas. Tidak kalah penting, kita akan mengeksplorasi peluang dalam produk fashion lokal Islami, seperti peci, sarung, pakaian, bahkan parfum non-alkohol. Melalui dukungan dan fasilitasi yang maksimal, diharapkan UMKM di sektor ini dapat bersaing secara global,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua I MES Aceh, Prof Syahrizal Abbas mengatakan, secara regulatif pelaksanaan Syariat Islam sudah sangat kuat dan kokoh di Aceh karena punya dasar hukum baik undang undang maupun qanun. Amanah ini kata Prof Syahrizal tidak bisa terwujud kalau stakeholder terkait tidak memiliki kesamaan visi, persepsi pengetahuan komitmen dan sinergitas.

“Berbeda apa yang kita miliki dengan negara lain yang juga menjalankan ekonomi berbasis syariah. Kalau kita penuh keberagaman ada dua terminologi, yakni ijtihad dan jihad, di mana punya pengalaman, pengetahuan tetapi juga memerlukan gerakan serta terakhir adalah mujahadah berdoa kepada Allah,” ujarnya.

Sementara Ketua MES Kota Banda Aceh Ilyas M Harun mengatakan, siap bersinergi dengan pemko dalam rangka mendukung program meningkatkan ekonomi syariah yang sudah berjalan selama ini.[]

Leave a Comment