IDI | SAH – Jumlah penderita turbeculosis (TBC) di Indonesia mencapai 969 ribu orang, naik 17 persen dari tahun sebelumnya, setiap 33 detik satu orang menderita penyakit paru-paru tersebut.
Hal itu diungkapkan Kepala Unicef Perwakilan Aceh Andi Yoga Tama, Jumat, 2 Februari 2024 pada acara orientasi dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat percepatan penanggulangan turbeculosis anak di Aula Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Aceh Timur, Jumat, 2 Februari 2024.
Andi Yoga Tama mengungkapkan, pada tahun 2023 jumlah penderota TBC di Indonesia sebanyak 824 ribu kasus, meningkat pesat menjadi 969 ribu kasus. Ia mengimbau semua pihak untuk melakukan pencegan dini turbeculosis pada anak-anak melalui advokasi, pemberdayaan masyarakat, monitoring dan evaluasi.
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakanmenag) Kabupaten Aceh Timur H Salamina SAg MA yang membuka acara tersebut menyampaikan TBC sebagai penyakit menular yang harus diwaspadai. Penyakit paru-paru itu siakibatkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium Tuberculosis. Bakteri tersebut dapat masuk ke dalam paru-paru dan mengakibatkan pengidapnya mengalami sesak napas disertai batuk kronis.
H Salamina menjelaskan pada tahun 2018 saat bertugas di Kemenag Aceh Utara, ada satu jamaah haji yang tidak bisa berangkat dikarenakan mengalami penyakit TBC. Karena itu ia berpesan agar gejala-gejala TBC ini harus diwaspadai, jangan sampai jamaah haji gagal berangkat karena terinveksi TBC.
Salamina mengajak berbagai elemen masyarakat Aceh Timur yang di wakili oleh masing masing tokoh, baik tokoh agama maupun tokoh masyarakat untuk bersinergi secara bersama sama dalam pencegahan, penanganan penderita TBC.
“Kita perlu memberikan pemahaman serta edukasi kepada warga masyrakat yang diwakili oleh masing masing kelompok masyrakat, selanjutnya kita akan terus melakukan interkasi aktif dengan intansi terkait dalam penanganan TBC ini seperti Dinas Kesehatan,” ujarnya.[]



