Redaksi SAH

Delapan Titik Rawan Longsor yang Perlu Diwaspadai Saat Mudik di Aceh

Daerah Rawan Longsor, Dirlantas Polda Aceh, Featured, Mudik Lebaran

BANDA ACEH | SAH – Direktorat Lalu Lintas (Dirlantas) Kepolisian Daerah (Polda) Aceh merilis delapan titik jalan rawan longsor dan amblas yang perlu diwaspadai oleh pemudik agar tidak terjadi kecelakaan.

Delapan lokasi tersebut tersebar di wilayah timur, barat dan tengah Aceh. Adapun pihak terkait dikabarkan telah memasang rambu dan marka pada lokasi-lokasi jalan tersebut. Salah satu jalan yang mengalami kerusakan adalah di perbatasan Aceh-Sumatera Utara (Sumut).

Dirlantas Polda Aceh, Kombes Pol Muhammad Iqbal Alqudusy, mengatakan, di Aceh terdapat 48 titik rawan bencana, 44 titik rawan kecelakaan serta 104 lokasi rawan macet.

Dia pun mengimbau pengguna jalan untuk berhati-hati serta mengecek kesiapan kendaraan sebelum melakukan perjalanan jauh atau mudik.

“Kalau kita lihat data Operasi Ketupat 2023 itu terjadi 71 kecelakaan di Aceh, dengan korban meninggal dunia mencapai 37 orang dan luka berat 23 orang. Kami telah menyiapkan sejumlah langkah untuk menekan angka kecelakaan,” jelas Iqbal.

Baca Juga: 5-630-napi-di-aceh-akan-peroleh-remisi-khusus-idul-fitri

Kedelapan titik rawan longsor dan amblas itu kata Iqbal adalah: Jalan km 81, Desa Simpang Beutong, Kecamatan Muara Tiga, Pidie, terjadi amblas pada badan jalan yang disebabkan adanya patahan lempengan di bawah badan jalan.

Jalan Bireuen – Takengon km 12, Desa Teupin Mane, Kecamatan Juli, Bireuen, terjadi amblas jalan akibat longsor pada bahu jalan. Simpang Elak – Krueng Mane, Desa Blang Karieng, Kecamatan Nisam, Aceh Utara, kondisi setengah badan jalan amblas akhir tahun 2022 lalu.

Jalan Banda Aceh – Meulaboh km 64, Gunung Geurutee, Aceh Jaya, terjadi longsoran batu dan retakan dinding tebing. Jalan Banda Aceh – Meulaboh, Desa Peribu, Kecamatan Arongan Lambalek, Aceh Barat, terjadi abrasi pada badan jalan disebabkan oleh derasnya air sungai Arongan.

Jalan Tapaktuan – Subulussalam, Desa Tangga Besi, Kecamatan Simpang Kiri, Subulussalam, terjadi longsor pada ruas kiri badan jalan yang disebabkan adanya galian. Jalan Subulussalam (Aceh) – Dairi (Sumut), terjadi longsor pada badan jalan akibat abrasi sungai. Jalan Takengon – Blangkejeren, Desa Pantan Cuaca, Kecamatan Pantan Cuaca, Gayo Lues, terjadi amblas jalan akibat longsor pada bahu jalan.[]

Leave a Comment