JAKARTA | SAH — Ikatan Alumni Sekolah Ilmu Lingkungan Universitas Indonesia (ILUNI SIL UI) bersama dengan IDN GlobaI, Diaspora Global Aceh dan Majelis Adat Aceh menyelenggarakan webinar internasional virtual dengan tajuk “Pembelajaran Bencana Banjir dan Tanah Longsor di Aceh: Strategi Mitigasi Berbasis Pengelolaan Lingkungan Global dan Kearifan Lokal” pada hari Sabtu, 27 Juni 2026.
Acara tersebut merupakan wujud kerjasama antar lembaga yang sangat bagus. Acara dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan yang peduli dengan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan dan belajar dari kasus bencana banjir bandang di Sumatera yaitu Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat pada November 2025. Hingga saat ini proses rehabilitasi dan rekonstruksi terus dilakukan dengan segala keterbatasan yang dimiliki oleh Pemerintah.
Pertukaran pikiran dari para narasumber yang merupakan diaspora Indonesia di luar negeri diharapkan dapat menjadi landasan untuk arah pembangunan yang lebih berkelanjutan di Sumatera khususnya Propinsi Aceh ke depannya.
Acara dibuka oleh Ketua ILUNI SIL UI Andre dan Ketua IDN Global Nathalia. Hadir sebagai keynote speaker adalah Dr. Ir. Mustafa Abubakar. Di dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa perlu ada prinsip-prinsip yangharus diterapkan pasca bencana banjir Sumatera yaitu: penegakan hukum tanpa toleransi, revisi RTRW berbasis mitigasi, implementasi jaminan finansial terbuka dan restorasi ekosistem DAS yang masif.
Narasumber yang hadir dalam acara tersebut adalah: Prof. Yusri Yusuf, M.Pd, Ketua Majelis Adat Aceh (MAA), Mundzir Basri, Ph.D., P.Eng. – Technical Director – Hydrogeology Modeling at AtkinsRealis, Dr. Surya Darma – VP Div. Human Capital IDN Global & Sekjen Diaspora Global Aceh, Galih Dinanata, PhD Candidate, McGill University, M. Arif Syahrijal, S.T., MBA., Kepala Kajian Mineral Industri & Pertambangan Rakyat/Skala Kecil (KMIPR) PERHAPI; Dr. R.H.W. Yudosubroto – President Director, Jakarta Rescue Training Center.
Acara dimoderatori oleh pengurus ILUNI SIL UI Dr. Fachruddin Tukuboya. Turut hadir dalam acara tersebut adalah Wakil Bupati Pidie Jaya, Hasan Basri.
Ketua ILUNI SIL UI Andre Notohamijoyo menambahkan bahwa diskusi interaktif ini menjadi sarana pembelajaran terhadap pengurangan risiko bencana ke depan. Sebagai negara dengan risiko bencana yang tinggi, Indonesia harus dapat mendorong tidak hanya pemulihan yang berlandaskan pembangunan lebih baik atau build back better namun juga mempertahankan memori kolektif masyarakat terhadap bencana dan membangun ketangguhan masyarakat. Budaya tangguh bencana harus menjadi landasan utama bagi masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
Ketua IDN Global Nathalia menambahkan bahwa diskusi inspiratif dari para ahli dan pegiat lingkungan seperti ini memiliki peran dalam membangun strategi mitigasi berbasis kearifan lokal dan pengelolaan lingkungan global. Diskusi inspiratif dari para ahli dan pegiat lingkungan akan terus didorong bersama dengan ILUNI SIL UI.[]



