CALANG | SAH — Wacana pemekaran wilayah barat selatan Aceh (Barsela) menjadi daerah otonom baru semakin menguat. Meski demikian diharapkan tidak memunculkan polemik dalam masyarakat kawasan, agar pembentukan provinsi yang diharapkan benar-benar terwujud.
Harapan itu disampaikan tokoh masyarakat Barsela yang juga mantan Bupati Aceh Jaya Zulfian Ahmad, Sabtu, 24 Oktober 2026. Menurutnya, menjalankan semua tahapan yang diperlukan untuk pembentukan Daerah Otonom Baru (DOB) jauh lebih penting, ketimbang berlarut-larut dalam polemik.
“Pembentukan DOB juga jangan sampai menciderai nilai sosio historis kawasan Barsela. Kondisi masyarakat, struktur sosial, sejarah dan interaksi sosial budaya harus dipetimbangkan dengan baik,” jelasnya.
Zulfian yang merupakan salah satu deklarator pemekaran Kabupaten Aceh Jaya dari Kabupaten Aceh Barat pada 2002, sudah memahami betul bahwa perjuangan butuh kebersamaan, tidak terkotak-totak oleh batas administrasi wilalayah.
“Intinya tujuan harus tercapai, hindari polemik, apalagi secara kultur dan historis wilayah Barsela itu punya ikatan yang kuat. Jangan sampai hal ini menciderai perjuangan para leluhur kita,” ujarnya.
Sementara terkait dimasukkan Kota Subulussalam dan Kabupaten Aceh Singkil dalam rencana pembentukan Provinsi Aceh Leuser Antara (ALA), Zulfian tidak berkomentar banyak, karena itu merupakan hak masing-masing daerah tingkat dua.
Begitu juga dengan rencana Komite Pelaksana Pembentukan Provinsi Aceh Barat Selatan (KP3 ABAS) Pusat, yang akan menggelar pengukuhan serentak sekaligus deklarasi kembali pembentukan provinsi baru, Zulfian berharap perlu dipertimbangkan segalanya secara baik, baik soal legitimasi mandat masing-masing daerah maupun aspirasi masyarakat setempat.[]



