Friday, 16 October 2026

Suara Aceh Headline

Informatif, Edukatif, Solutif

Daerah

Aceh Harus Respon Positif Penulisan Ulang Sejarah Indonesia

Tuanku Warul Waliddin bersama Menteri Kebudayaan Fadli Zon. Foto: IST

BANDA ACEH | SAH – Pemerintah Aceh harus merespon positif upaya penulisan ulang sejarah Indonesia, mulai dari praseharah hingga kontemporer.

Hal itu disampaikan Ketua Yayasan Sultan Alaidin Mansyursyah, Tuanku Warul Waliddin menanggapi pernyataan Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Fadli Zon yang menyatakan bahwa penulisan ulang sejarah Indonesia sudah dalam tahap awal, serta melibatkan sejarawan dari berbagai daerah di Indonesia dan perguruan tinggi.

Tuanku Warul Waliddin menilai upaya tersebut sebagai suatu kemajuan dalam penelusuran sejarah Nusantara, serta bisa menjadi momentum untuk meluruskan sejarah Aceh yang mnejadi bagian penting dari perjalanan sejarah Nusantara hingga lahirnya Republik Indonesia.

“Ini momentum penting yang harus direspon oleh Pemerintah Aceh. tTim RPJM Aceh yang sudah terbentuk harus merespon isu terkait sejarah dan kebudayaan ini. Jangan sampai kita mengabaikan sinyal positif dari Pusat. Jadikan ini sebagai kesempatan untuk membuka kembali pintu Kejayaan Aceh masa lalu untuk kita jadikan aset masa depan. Ada banyak peluang pemajuan kebudayaan Aceh masa depan sedang terbuka, pemerintah Aceh harus menyambut baik dan positif,” harap Tuanku Warul.

Tuanku Warul Waliddin menambahkan, seelumnya pada Rabu 29 April juga mendapatkan info bahwa duta besar Turkiye melakukan kunjungan ke Kementerian Kebudayaan dan disambut wakil Menteri Kebudayaan, Giring Ganesha. Dalam pertemuan tersebut Duta besar Turkiye dan didampingi ketua sinema Internasional Turkiye membahas berbagai hal.

“Tentunya itu merespon kunjungan menteri Fadli Zon ke Turkiye baru baru ini. Pertemuan kehormatan ini menjadi wadah kolaborasi lintas budaya  yang mempertemukan stakeholder perfilman Indonesia dan Turkiye,” tambahnya.

Karena itu, Aceh sebagai wilayah kesultanan dimasanya diketahui banyak meninggalkan catatan dan literatur manuskrip dengan kesultanan Turki Usmani, sehingga menginisiasi Menteri Fadli Zon dan Menteri Kebudayaan Turkiye untuk membuat film Hubungan Aceh dan Turki masa kesultanan yang disampaikan Menteri Fadli Zon beberapa waktu lalu di Turkiye.

“Kami berharap Pemerintah Aceh betul-betul antusias merespon pergerakan cepat Kementrian Kebudayaan ini. Agar sejarah Aceh dan Indonesia dapat ditulis dan didokumentasikan dengan baik, baik dalam bentuk tulisan dalam kurikulum sejarah, maupun dalam bentuk digital dan film, tentunya dengan sejarah yang benar benar, dan tidak dipelintir, untuk dapat menjadi bekal bagi generasi masa depan Aceh dan Indonesia tentunya,” tegas Tuanku Warul Waliddin.[]

Tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *