Aktivitas vulkanik Gunung Burni Telong di Kabupaten Bener Meriah, Aceh, dilaporkan mengalami penurunan kegempaan dalam beberapa waktu terakhir.

Redaksi SAH

Aktivitas Vulkanologi Burni Telong Menurun Warga Diimbau Tetap Waspada

Aktivitas Vulkanologi, Featured, Gunung Berapi, Gunung Burni Telong

REDELONG | SAH — Aktivitas vulkanik Gunung Burni Telong di Kabupaten Bener Meriah, Aceh, dilaporkan mengalami penurunan kegempaan dalam beberapa waktu terakhir. Meski demikian, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) masih menetapkan status Level II (Waspada) dan mengimbau masyarakat serta wisatawan tetap meningkatkan kewaspadaan.

Berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunungapi Bur Ni Telong periode 9 Februari 2026, aktivitas kegempaan tercatat fluktuatif pada gunung setinggi 2.623 meter di atas permukaan laut (mdpl) tersebut.

Selama 24 jam pengamatan, terekam tiga kali gempa vulkanik dalam dengan amplitudo 6–14 mm dan durasi hingga 13 detik. Selain itu, tercatat satu kali gempa tektonik lokal dengan amplitudo 48 mm serta dua kali gempa tektonik jauh.

Secara visual, gunung terlihat jelas hingga tertutup kabut. Namun, tidak teramati adanya asap yang keluar dari kawah utama.

Petugas Pengamat Gunung Bur Ni Telong, Suwardi Putra, menyampaikan bahwa meskipun aktivitas kegempaan menunjukkan tren menurun, kondisi tersebut belum dapat dinyatakan sepenuhnya aman.

“Alhamdulillah kegempaan sudah menurun. Namun kami belum mengeluarkan evaluasi bulanan resmi yang akan dirilis pertengahan bulan ini. Masyarakat diharap tetap tenang dan siaga karena potensi perubahan aktivitas bisa saja terjadi. Dengan tren penurunan ini, kita berharap status Gunung Api Burni Telong dapat segera turun ke normal,” ujarnya.

PVMBG melalui Pos Pengamatan juga mengeluarkan sejumlah rekomendasi bagi masyarakat dan para pendaki. Pertama, masyarakat dilarang mendekati area kawah aktif dalam radius tiga kilometer. Kedua, warga diminta menjauhi area fumarola dan solfatara, terutama saat cuaca mendung atau hujan, karena berisiko terjadi akumulasi gas beracun. Ketiga, masyarakat diimbau tetap tenang serta mengikuti informasi resmi dari PVMBG atau Badan Geologi dan tidak terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Data aktivitas gunung ini bersumber dari Pos Pengamatan Gunungapi Bur Ni Telong, Kementerian ESDM, Badan Geologi, dan PVMBG. Pemerintah daerah mengajak seluruh masyarakat untuk terus memantau perkembangan informasi resmi guna menjaga keselamatan bersama. []

Leave a Comment