BANDA ACEH | SAH — Investasi di Aceh pada triwulan III 2023 hanya sebesar Rp2,16 Triliun, meningkat sebesar 7,29% (yoy), lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya yang mengalami akselerasi sebesar 6,90% (yoy).
Jumlah tersebut berdasarkan data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Aceh, sebagaimana dikutip Bank Indonesia Perwakilan Aceh dalam Laporan Perekonomian Provinsi Aceh November 2023.
Kepala Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Aceh, Roni Widijarto P dalam laopran tersebut mengungkapkan, ekspansi tersebut sejalan dengan kenaikan impor barang ke Provinsi Aceh yang didominasi oleh barang manufaktur dan bahan bangunan. Hal ini juga sejalan dengan peningkatan realisasi penanaman modal asing (PMA) dan dalam negeri (PMDN). Berdasarkan data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Aceh, investasi pada triwulan III 2023 tercatat sebesar Rp2,16 Triliun, mengalami normalisasi dengan tumbuh sebesar 80,50% (yoy) dibanding triwulan lalu yang tumbuh ekstrem pada angka 208,47% (yoy).
Sementara itu, investasi bangunan yang diindikasikan dari pengadaan semen masih mengalami kontraksi pada triwulan III 2023. Pengadaan semen pada triwulan III 2023 terkontraksi sebesar 5,16% (yoy), mengalami penurunan dibanding dengan realisasi triwulan sebelumnya yang terkontraksi sebesar 2,21% (yoy).[]



