Redaksi SAH

Ipemal Minta Pemkab Aceh Jaya Bertanggung Jawab Atas Hilangnya Aset Daerah

Aset Daerah, Featured, Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Lamno, Pemkab Aceh Jaya, Pilihan

CALANG | SAH — Ketua Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Lamno (Ipemal), Musyawir, mendesak Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya untuk bertanggung jawab atas raibnya 161 unit kendaraan dinas yang ditaksir mencapai nilai fantastis Rp5,7 miliar. Hilangnya aset negara ini dinilai sebagai bentuk pengkhianatan terhadap amanah rakyat dan pembiaran atas penyalahgunaan fasilitas yang dibeli dari uang publik.

“Kami minta penindakan tegas terhadap semua pihak yang terlibat. Ini bukan kelalaian biasa, ini kejahatan terhadap aset negara! Kendaraan-kendaraan itu dibeli dengan uang rakyat, bukan untuk dijadikan milik pribadi atau dibiarkan hilang begitu saja,” tegas Musawir, Sabtu, (22/06/2025).

Musawir meminta agar aparat penegak hukum, baik Kepolisian maupun Kejaksaan, segera turun tangan untuk mengusut tuntas kasus ini. Menurutnya, kehilangan kendaraan dalam jumlah besar tersebut bukan hal sepele dan tidak boleh diselesaikan hanya dengan klarifikasi administratif.

“Kami ingin keadilan ditegakkan. Jangan hanya jadi berita lalu dilupakan. Siapa pun yang terbukti menyalahgunakan kendaraan dinas atau membiarkan aset hilang tanpa pertanggungjawaban harus dihukum seberat-beratnya,” ujar mahasiswa asal Lamno itu.

Baca Juga: Polemik 4 Pulau Ditinjau dari Sisi Akuntansi Tata Kelola Pemerintahan

Lebih lanjut, Ketua Ipemal itu juga menyoroti lemahnya pengawasan di tubuh Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya. Ia menilai bahwa para pejabat terkait telah gagal menjalankan amanah dan layak untuk dicopot dari jabatannya.

“Kalau tidak mampu bekerja serius, ya mundur! Jangan hanya duduk di kursi empuk tapi membiarkan kerugian negara terus terjadi. Ini bukan birokrasi, ini pembiaran yang merugikan rakyat,” katanya dengan nada keras.

Musawir juga mendorong DPRK Aceh Jaya untuk segera membentuk Panitia Khusus (Pansus Aset Daerah) agar kasus ini tidak menguap begitu saja. Selain itu, ia meminta dilakukannya audit menyeluruh terhadap seluruh kendaraan dinas dan aset publik lainnya, serta melibatkan masyarakat dalam proses pengawasan.

“Kalau kendaraan saja bisa hilang, bagaimana nasib aset lain yang tidak terlihat? Kami akan kawal terus kasus ini. Jika tidak ada tindak lanjut, kami siap memobilisasi mahasiswa dan pelajar Lamno untuk turun aksi. Ini soal martabat rakyat,” pungkasnya.[]

Leave a Comment