Redaksi SAH

MaSA Gelar Pertunjukan Meurukôn di Taman Budaya Malam Ini

Featured, Majelis Seniman Aceh, Meurukon

BANDA ACEH | SAH – Perkumpulan Majelis Seniman Aceh (MaSA) mengadakan pertunjukan meurukôn, di Gedung Teater Tertutup Taman Seni Dan Budaya Aceh, Selasa, 23 Juni 2026 / 8 Muharrram 1448 H, malam, pukul 20.30 – 23.00 WIB.

Ketua Umum Perkumpulan Majelis Seniman Aceh, Chairiyan Ramli, mengatakan, meurukôn merupakan sebuah seni tradisi di Aceh yang jarang dikenal sehingga pihaknya mengupayakan supaya masyhur kembali.

“Pertunjukan kami ini menampilkan grup Sanggar Meurukon UBB yang terdiri dari mahasiswa UBBG Banda Aceh yang baru kita benrtuk dalam rangkaian rogram ini, Bersama grup merukôn Kuta Gle, Blang Kuta Dua Meunasah, Simpang Mamplam, Bireuen.

Kata Chairiyan, organisasi yang dipimpinnya itu berkerja sama dengan rektor UBBG dan timnya, yang dijembatani oleh dosen UBBG Dr. Zahraini, S.Pd., M.Pd., membentuk sebuah meurukôn di UBB.

“Pelatihan merukon telah kami laksanakan dari April sampai Juni 2026, yang dikoordinasi oleh Dr. Zahraini, S.Pd., M.Pd., Asifa Askan, M.Sn. dari UBBG dan Thayeb Loh Angen dari Majlis Seniman Aceh,” kata Chairiyan di Banda Aceh, Selasa, 23 Juni 2026.

Rektor Universitas Bina Bangsa Getsempena (UBBG) Banda Aceh, Prof. Dr. Hj. Lili Kasmini, S.Si., M.Si., mengatakan, sebagai kampus yang memiliki program studi Pendidikan Seni Pertunjukan dan Pendidikan Bahasa dan sastera Aceh, pihaknya sangat mengapresiasi upaya Majelis Seniman Aceh dalam melestarikan seni tradisi meurukôn dengan melibatkan mahasiswanya sehingga terbenruk grup baru dan mengadakan pertunjukan di tempat bergengsi di Banda Aceh.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada ibu Dr. Zahraini, dana indonesiana, dan Majelis Seniman Aceh (MaSA) yang sudah melatih mahasiswa UBBG sehingga mereka bisa membuat pertunjukan meurukôn di Taman Seni dan Budaya Aceh,” kata Lili Kasmini.

Sementara inisoator sekaligus Ketua Panitia, Thayeb Loh Angen, mengatakan, pertunjukan pada 23 Juni 2026 telah disiapkan sejak April dan terus berlangsung sampai 22 Juni 2026 jelang pertunjukan pada 23 Juni 2026. Pihaknya  mengundang Syeh Ismail Husen, didampingi Yakob Samalanga, untuk melatih para mahasiswa yang bergabung dalam Sanggar Meurukon UBBG.

“Program festival meurukôn ini memiliki empat mata acara utama, ditambah penulisan satu booklet panduan meurukôn, yaitu, pelatihan, workshop yang dilaksanakan di UBBG pada 12 Juni 2026, pertunjukan pada 23 Juni 2026, dan pameran di Lobby Gedung Teater Tertutup Taman Seni Dan Budaya Aceh pada 22-24 Juni 2026, sementara booklet ditulis oleh Iskandar Norman, Dr Zahraini, Thayeb Loh Angen, aksara Jawi Aceh (Jawoe) oleh M Iqbal hafidh, dengan pengantar oleh Prof Yusny Saby dan Prof Lili Kasmini,” kata Thayeb, yang juga Sekretaris Jenderal Majelis Seniman Aceh

Thayeb mengharapkan, seni meurukôn dapat berkembang lebih luas dan membudaya kembali di kalangan masyarakat Aceh, terutama penutur bahasa Aceh, sehingga keseimbangan penyebaran budaya berjalan baik.

“Seni meurukôn merupakan salah satu seni yang secara utuh sebagai media dakwah. Jika seni lain yang berkembang di Aceh bercampur antar pesoalan umum dan agama, maka meurukôn hanya tentang agama Islam. Pelestarian seni budaya, seperti meurukôn, diperlukan untuk kita tahu bagaimana perkembangan pemikiran dan peradaban sebuah bangsa,” kata Thayeb, yang juga sastrawan yang telah menerbitkan beberapa novel dan buku puisi, baru-baru ini kumpulan puisi tunggalnya “Syair Rubai Syariat Musafir” diteribitkan.

Acara tersebut merupakan bagian dari rangkaian program bertajuk “FESTIVAL MEURUKON – Seni Tradisi Aceh Yang Hampir Punah”, yang difasilitasi oleh Kementerian Kebudayaan RI melalui program Dana Indonesiana bidang Pendayagunaan Ruang Publik 2025 yang merupakan dana abadi kebudayaan yang dikelola Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (disingkat LPDP).

Leave a Comment