Redaksi SAH

Pembiayaan UMKM di Aceh Tumbuh 12,46 Persen

Bank Indonesia, BI Perwakilan Aceh, Featured, Pembiayaan UMKM

BANDA ACEH | SAH —  Pembiayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) triwulan II 2024 Provinsi Aceh tumbuh sebesar 12,46 persen (yoy), lebih tinggi dari Sumatra yang hanya 9,03 persen (yoy), dan nasional sebesar 5,81 persen (yoy). Hal itu diungkapkan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh, Rony Widijarto P pada acara Bincang Bareng Media (BBM) Jumat malam, 26 Juli 2024 di Banda Aceh.

Rony juga memaparkan., performing Loan/Financing (NPL/NPF) pembiayaan UMKM berdasarkan lokasi proyek pada triwulan II 2024 Provinsi Aceh sebesar 3,80 persen, Sumatra sebesar 3,39 persen, dan nasional sebesar 4,04 persen.

Adapun pangsa pembiayaan UMKM terhadap total pembiayaan berdasarkan lokasi proyek pada triwulan II 2024 Provinsi Aceh sebesar 25,15 persen, Sumatra sebesar 29,42 persen, dan nasional sebesar 19,50 persen.

Sementara pembiayaan KUR berdasarkan lokasi proyek pada Triwulan II 2024 Provinsi Aceh tumbuh sebesar 41,57 persen (yoy), Sumatra sebesar 10,06 persen (yoy), dan Nasional sebesar 3,34 persen (yoy). Non Performing Loan/Financing (NPL/NPF) Pembiayaan KUR berdasarkan lokasi proyek pada Triwulan II Provinsi Aceh tumbuh sebesar 1,75 persen (yoy), Sumatera sebesar 1,73 persen (yoy), dan Nasional sebesar 2,10 persen (yoy).

Baca Juga: Pemerintah Aceh Sambut Baik Pembuatan Film Malahayati

Pangsa Pembiayaan KUR terhadap total pembiayaan berdasarkan lokasi proyek pada Triwulan II 2024 Provinsi Aceh sebesar 12,62 persen, Sumatra sebesar 11,04 persen, dan Nasional sebesar 5,82 persen.

Rasio pembiayaan UMKM (lokbank) terhadap total pembiayaan pada Triwulan II 2024 tercatat sebesar 27,93 persen, atau meningkat dibanding bulan sebelumnya sebesar 27,78 persen. Rasio pembiayaan UMKM di Aceh sudah relatif baik, namun masih dapat dioptimalkan agar lebih inklusif.

Lebih lanjut Rony mengatakan, Bank Indonesia Provinsi Aceh juga terus melakukan pengembangan UMKM di bidang pangan untuk menjaga stabilitas inflasi. Berbagai upaya yang dilakukan antaranya pelatihan pertanian organik, pengembangan digital farming, dan dukungan sarana prasarana untuk mendukung produktivitas pertanian.

Sebagai bagian dari upaya mendukung UMKM, Bank Indonesia akan menyelenggarakan kegiatan “Karya Kreatif Aceh” (KKA) di Lapangan Blang Padang, Kota Banda Aceh, pada 26-30 Juli 2024.

Baca Juga: Pentingnya Transparasi Dalam Pengelolaan Migas Aceh

Rony juga menyoroti pentingnya strategi pengembangan UMKM melalui tiga pilar kebijakan, yaitu korporatisasi, kapasitas, dan akses pembiayaan.  Ketiga pilar tersebut bertujuan untuk mendorong UMKM yang memiliki daya saing untuk akselerasi pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Rony menyebutkan, Bank Indonesia terus berupaya untuk mendukung UMKM di Aceh melalui berbagai program, yaitu mendorong digitalisasi UMKM dengan mengintegrasikan digitalisasi sepanjang rantai nilai dari hulu ke hilir untuk menciptakan ekosistem digital yang menyeluruh.

Kemudian, pengembangan UMKM Go Ekspor dengan meningkatkan daya saing UMKM Aceh di pasar internasional dan peningkatan akses pembiayaan dengan memfasilitasi business matching antara UMKM dengan perbankan, serta pelatihan pencatatan transaksi keuangan menggunakan aplikasi SIAPIK dan BISAID.[]

Leave a Comment