BANDA ACEH | SAH — Wakil Ketua Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Pusat yang juga Dewan Pakar Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Prof. Eng. Dr. Ir. Teuku Abdullah Sanny, M.Sc, IPU sangat ingin mengabdi untuk kemajuan Aceh. Ia mengaku sedih mendengar Aceh selama ini identik dengan daerah miskin.
Hal itu disampaikan ahli sismologi eksplorasi dan rekayasa Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan Institut Teknologi Bandung (ITB) tersebut dalam pertemuan dengan Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Masyarakat Adat Nusantara (MATRA) Aceh, Senin, 13 November 2023 di Banda Aceh.
Ketua DPW MATRA Aceh Tuanku Warul Waliddin mengungkapkan, pertemuan itu dilakukan di sela-sela kesibukan Prof TA Sanny yang pulang ke Aceh dalam rangkaian kegiatan Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) ke-8. Dari MATRA selain Tuanku Warul Waliddin juga hadir para pengurus antara lain Teuku Hadi Rahmatsyah dan Tgk Tarmizi.
“Beliau Baru saja dipanggil oleh Presden Jokowi ke Istana Negara dalam rangka presiden mengucapkan terima kasih atas dedikasi beliau dalam mewujudkan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung, yang kata beliau menghabiskan waktu konsentrasi beliau 7 tahun terakhir ini untuk mewujudkannya, dengan 14 terowongan dan 16 jembatan,” ungkap Tuanku Warul.
Tuanku Warul menuturkan, ada banyak hal yang disampaikan Prof TA Sanny dalam pertemuan itu, salah satunya tentang kesedihannya mendengar Aceh yang selama ini selalu identik dengan daerah miskin.
“Beliau yang punya jam terbang mengajar dan tim ahli hingga kemancanegara, terutama beliau dikenal di Korea, Jepang dan China. Beliau sangat ingin mengabdikan diri untuk Aceh. Sebab ilmu yang beliau punya sangat digunakan di belahan dunia lain, namun beliau sangat merindukan mengabdikan ilmunya untuk kemajuan Aceh, oleh sebab itu beliau siap membantu Aceh bila Aceh memanggilnya,” ungkap Tuanku Warul. Tuanku Warul yang juga Pangulee Komando Aneuk Muda Alam Peudeung (Komandan) Al Asy ini berharap Prof TA Sanny dapat segera membantu kemajuan pembangunan Aceh dalam waktu dekat.[]



