LANGSA | CBNPost – PT Pembangunan Aceh (PEMA) melakukan kerja sama pemanfaatan karbon dan jasa lingkungan hutan mangrove Kota Langsa. Penandatanganan kerja sama dilakukan Direktur Utama PT PEMA, Ali Mulyagusdin dengan Penjabat (Pj) Wali Kota Langsa Syaridin, Rabu, 21 Feruari 2024 di Kota Langsa.
Ali Mulyagusdin menjelaskan, PEMA akan bersinergi dengan Pemko Langsa terutama pemanfaatan jasa karbon hutan mangrove jasa lingkungan hidup mangrove untuk menjamin terselenggara program pembangunan.
“Insyaallah, kita akan mengacu pada Perpres no 94 tahun 2021yang menyebutkan mingitasi perubahan iklim yang terkait karbon salah satunya sektor kehutanan sebagaimana kita ketahui cadangan karbon tersimpan di hutan mangrove kota Langsa,” jelas Ali.
Untuk mendukung pemerintah, lanjutnya, kota Langsa telah selangkah lebih maju dengan daerah lainnya di Aceh dalam mempersiapkan mekanisme kelembagaan sistem pendukung untuk pengelolaan karbon di masa akan datang.
“PT PEMA telah memulai kerjasama dibilang karbon dan perubahan iklim dari tahun 2012 yaitu sektor energi di Seulawah yang merupakan anak usaha PT PEMA yang berafiliasi antara PT PEMA dan Pertamina,” imbuhnya
Ali menambahkan, pada prinsipnya PEMA akan tetap bersinergi dengan berbagai pihak untuk optimalisasi pengelolaan karbon di daerah, baik dari aspek yang berkenaan seperti halnya jasa lingkungan, SDG’s, desa proklim, dan kemitraan kehutanan. PEMA juga menjamin terselenggaranya program pembangunan terencana, terpadu, terkoordinasi dan menyeluruh.
Beberapa tahun terakhir PEMA sudah memulai mengelola sektor karbon dan perubahan iklim lainnya seperti sektor energi (GES), proses industry (Persiapan Qanun CCS), dan limbah (pengelolaan sampah terpadu).
Berdasarkan Perpres No. 98 Tahun 2021 menyebutkan penyelenggaraan mitigasi perubahan iklim yang terkait karbon salah satunya adalah sektor kehutanan. Alih-alih menjangkau wilayah di luar Aceh, PEMA menfokuskan diri mengelola potensi daerah, Sebagaimana kita ketahui, cadangan karbon yang tersimpan di hutan mangrove Langsa memiliki potensi cadangan seluas 4.963,34 Ha.
Untuk mendukung program pemerintah mencapai Net Zero Emission pada tahun 2060, Pemerintah Kota Langsa menyambut baik tawaran kerja sama pengelolaan karbon ini sebagai langkah lebih maju dalam mempersiapkan kelembagaan, mekanisme dan sistem pendukung, pengelolaan karbon di masa yang akan datang.
“PEMA berkomitmen untuk dapat menggali potensi-potensi lain yang dimiliki Kota Langsa, jadi nantinya akan ada kerja sama di bidang lainnya. Dan ini tidak hanya kita lakukan di Kota Langsa, kami berkomitmen untuk melihat potensi-potensi kabupaten/kota lain di Provinsi Aceh agar dapat dijajaki kerja sama, dan tentunya dengan tujuan akhir untuk menambah pendapatan daerah dan peningkatan ekonomi masyarakat setempat,” tegasnya.
Pj Wali Kota Langsa Syaridin berharap kerja sama tersebut dapat memberikan kemajuan untuk pembangunan kota Langsa dalam berbagai sektor baik pemanfaatan karbon dan hutan mangrove maupun bantuan pada pertanian, perkebunan, perikanan dan kelautan.[]



