Redaksi SAH

Sektor Jasa Keuangan di Aceh Tumbuh Positif

Featured, Industri Jasa Keuangan, OJK Aceh

BANDA ACEH | SAH — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Aceh mencatat kinerja sektor jasa keuangan di Aceh sampai dengan posisi Oktober 2023 tumbuh positif dengan likuiditas yang memadai, tingkat risiko yang terjaga seiring dengan tingkat pengaduan konsumen yang cenderung turun.

Kepala OJK Aceh, Yusri mengungkapkan, kinerja sektor jasa keuangan tersebut mendukung pertumbuhan ekonomi Aceh di mana tingkat inflasi Oktober 2023 sebesar 1,65 persen (yoy) lebih baik dari inflasi September 2023 sebesar 1,83 persen (yoy).

Per September 2023, jumlah entitas Bank Umum Syariah sebanyak 7 entitas dengan 328 kantor, Unit Usaha Syariah (UUS) sebanyak 6 entitas dengan 25 kantor, 14 entitas BPR/BPRS dengan 55 kantor. Total jumlah ATM BUS/UUS di Aceh mencapai 1.155 unit dan akan terus bertambah sejalan dengan Rencana Bisnis Bank yang akan menambah sekitar 400 unit ATM di 2024 untuk memenuhi peningkatan transaksi dan kelancaran Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI 2024 yang akan digelar di Aceh dan Sumut.

Selanjutnya, pada Industri Jasa Keuangan Non-Bank (IKNB) terdapat 21 entitas perusahaan pembiayaan dengan 76 kantor, 26 entitas perusahaan asuransi dengan 43 kantor, 1 entitas perusahaan pegadaian dengan 61 kantor, 2 entitas BPJS dengan 32 kantor, 2 entitas LKMS dengan 2 kantor, 1 enitas Dana Pensiun dengan 1 kantor, 1 entitas perusahaan modal ventura dengan 1 kantor, 2 entitas perusahaan penjaminan dengan 3 kantor, dan 1 PNM dengan 14 kantor.

Dari sisi entitas Pasar Modal, terdapat 6 entitas perusahaan sekuritas dan 18 galeri investasi. LJK di Aceh menunjukkan komitmen bersama untuk mengembangkan jaringan kantor dan layanan (termasuk ATM dan aktivitas lainnya) dalam rangka mendorong perekonomian di Aceh serta program-program pemerintah dan kegiatan berskala nasional maupun internasional.[]

Leave a Comment