SINABANG | SAH – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simeulue diminta untuk mengembalikan kejayaan olahraga dayung di Aceh. Permintaan itu disampaikan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Aceh Muhammad Nasir Syamaun, Sabtu, 25 Mei 2024 saat membuka rapat Koordinasi (Rakor) Dispora se-Aceh di Sinabang.
Menurutnya, potensi dunia olahraga dayung di Simeulue sangat bagus didukung dengan geografis wilayahnya yang dikelilingi oleh air laut yang merupakan fasilitas dan sarana pendukung yang melimpah untuk tempat latihan tanpa jeda.
“Sangat bagus potensi olahraga di Pulau Simeulue, terutama cabang olahraga air. Pemda Simeulue harus fokus untuk cabang olahraga air ini, sebab sesuai dengan geografis wilayah dan sarananya,” kata M.Nasir Syamaun.
Lebih lanjut Kadispora Aceh menambahkan, untuk cabang olahraga air itu, ada olahraga dayung, surfing, elam, renang, dan olahraga air lainnya, serta yang harus dikembalikan kejayaannya cabang olahraga dayung atau Podsi.
Baca Juga: Jurnalis Kompas TV Zikri Maulana Pimpin AJI Lhokseumawe
Di sisi lain juga dia mengaku heran, dengan potensi dan geografi wilayah yang sangat mendukung untuk olahraga air ini, yang seharusnya banyak mencetak atlet-atlet terbaik, namun justru yang terjadi kurang mencatat atlet. “Perlu diingat oleh instrumen pemerintahan maupun pengurus bidang olahraga yang ada di Simeulue, harus kembalikan kejayaan cabang olahraga Dayung ini,” tegasnya.
Sementara itu Kadispora Kabupaten Simeulue, Suhelmi menegaskan komitmen untuk mengembalikan kejayaan olahraga dayung yang pernah menembus event internasional.
Menurut Suhelmi, cabang olahraga dayung sangat dikenal luas di luar daerah dan sangat disegani baik itu di tingkat provinsi maupun tingkat nasional, sebab ketika dirinya mengikuti sejumlah agenda olahraga di luar daerah, banyak yang menyebutkan nama dayung Simeulue.
“Jujur saya buktikan sendiri dan kaget serta terharu ternyata nama dayung Simeulue sangat dikenal dan disegani mulai dari provinsi hingga pusat, maka kita komitmen untuk kembalikan kejayaan olahraga dayung ini,” kata Suhelmi.[]



