Ulama dan tokoh pejuang Aceh Teungku Chik Pante Geulima dinilai sangat layak untuk diusulkan menjadi pahlawan nasional. Hal itu mengemuka dalam seminar usulan Pahlawan Nasional Teungku Chik Pante Geulima yang digelar di Aula Dinas Sosial Provinsi Aceh, Rabu, 20 Mei 2026

Redaksi SAH

Teungku Chik Pante Geulima Layak Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

Anhar Gonggong, Featured, Mustafa Abubakar, Pahlawan Nasional, Pilihan, Teungku Chik Pante Geulima

BANDA ACEH | SAH – Ulama dan tokoh pejuang Aceh Teungku Chik Pante Geulima dinilai sangat layak untuk diusulkan menjadi pahlawan nasional. Hal itu mengemuka dalam seminar usulan Pahlawan Nasional Teungku Chik Pante Geulima yang digelar di Aula Dinas Sosial Provinsi Aceh, Rabu, 20 Mei 2026 di Banda Aceh.

Mustafa Abubakar mewakili ahli waris Teungku Chik Pante Geulima dalam sambutannya pada seminar digelar bertepatan dengan momentum peringatan hari kebangkitan nasional itu mengjelaskan, Teungku Chik Pante Geulima sejak kecil peunya beberapa kelebihan, menimba ilmu dari kampung hingga ke Arab, meski memiliki pertalian hubungan dengan kesultanan Aceh, tapi Teungku Chik Pante Geulima lebih memilih jalan ulama dari pada jalan istana.

“Pulang dari Mekkah dalam usia 25 tahun beliau sudah bergelar syeikh. Sampai di Aceh yakni di Pante Geulima Meureudu melanjutkan mengajar di Dayah Pante Geulima yang dibangun oleh ayah beliau. Kadernya banyak, santri-santrinya selain diajarkan ilmu agama juga dibekali dengan ilmu peperangan,” ungkap Mustafa Abubakar.

Mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini menambahkan, alasan Teungku Chik Pante Geulima sangat layak untuk diusulkan menjadi pahlawan nasional, karena beliau  syahid dalam perang dengan Belanda di benteng Kuta Gle, Batee Iliek, selain itu juga ikut berperan dalam membantu negeri Batak melawan penjajah Belanda.

“Ada 400 orang pasukan dari Aceh yang dibawa oleh Teungku Chik Pante Geulima untuk membantu Sisinga Mangaraja melawan Belanda. Jadi patriotisme dan nasionalismenya tinggi. Beliau juga seorang sastrawan yang menulis hikayat Malem Dagang,” tambah Mustafa Abubakar.

Sejarawan Nasional Anhar Gonggong yang hadir sebagai pemateri pada seminar tersebut memaparkan, untuk pengusulan menjadi pahlawan nasional, harus ada karya yang dapat dipertangungjawabkan tentang kiprah calon pahlawan tersebut.

“Prosesnya memang sederhana, tapi faktanya atau referensinnya harus kuat, yang lebih penting perlu juga bagaimana peran sosialnya dalam masyarakat pada masa perjuangan. Ini perlu diperkuat. Bagaimana ia mengubah masyarakat dengan pemikirannya yang disebarkan melalui karya-karyanya,” jelasnya.

Pemateri lainnya, Teungku Habibie Waly memaparkan empat faktor yang menyebabkan Teungku Chik Pante Geulima layak menjadi pahlawan nasional. Pertama, Teungku Chik Pante Geulima merupakan sosok ulama yang selalu berada di belakang sultan baik dalam urusan pemerintahan maupun urusan militer.

Kedua, Teungku Chik Pante Geulima merupakan ulama besar di era pertengahan Kesultanan Aceh yang juga keturunan sultan dari garis Sultan Saiyyidin Mukammil. Ketiga, Teungku Chik Pante Geulima adalah ulama yang mengintegrasikan Pendidikan dayah dengan Pendidikan militer. Keempat beliau juga ahli tarikat.

Hal yang sama juga disampaikan sejarawan Aceh, Adli Abdullah. Menurutya, ada tiga poin kelayakan Teungku Chik Pante Geulima untuk menjadi pahlawan nasional.

“Pertama Teungku Chik Pante Geulima itu nyata adanya, bukan mitos, bukan tokoh fiktif. Namanya kita temukan dalam literasi-literasi Belanda. Yang kedua punya peran dalam perjuangan bersama sultan. Dan yang ketiga perannya dalam perjuangan sangat besar, syahid dalam perang tidak tunduk kepada penjajah Belanda,” tegasnya.[]

Leave a Comment