Redaksi SAH

Utang Luar Negeri Swasta Masih Alami Kontraksi

Bank Indonesia, Featured, Utang Luar Negeri Indonesia, Utang Luar Negeri Swasta

JAKARTA | SAH – Posisi utang luar negeri swasta masih mengalami kontraksi pertumbuhan. Bank Indonesia, Jumat, 15 Maret 2024 merilis, posisi utang luar negeri swasta pada Januari 2024 tercatat sebesar 196,7 miliar dolar AS, menurun dibandingkan dengan posisi pada bulan sebelumnya sebesar 198,1 miliar dolar AS.

Asisten Gubernur  Bank Indonesia, Erwin Haryono menjelaskan, secara tahunan, utang luar negeri swasta mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 2,6% (yoy), lebih dalam dari kontraksi pada bulan lalu sebesar 1,4% (yoy). Kontraksi tersebut bersumber dari lembaga keuangan (financial corporations) dan perusahaan bukan lembaga keuangan (nonfinancial corporations) yang masing-masing mencatat kontraksi pertumbuhan sebesar 3,2% (yoy) dan 2,4% (yoy).

Berdasarkan sektor ekonomi, utang luar negeri swasta terbesar berasal dari sektor industri pengolahan; jasa keuangan dan asuransi; pengadaan listrik, gas, aap/air panas, dan udara dingin; serta pertambangan dan penggalian, dengan pangsa mencapai 78,6% dari total utang luar negeri swasta. Utang luar negeri swasta didominasi utang jangka panjang dengan pangsa mencapai 76,1% dari terhadap total utang luar negeri swasta.

Secara keseluruhan posisi utang luar negeri Indonesia (utang luar negeri pemerintah dan swasta) pada Januari 2024 menurun. Posisi utang luar negeri Indonesia pada Januari 2024 tercatat sebesar 405,7 miliar dolar AS, turun dibandingkan dengan posisi utang luar negeri pada Desember 2023 yang mencapai 408,1 miliar dolar AS.

Secara tahunan, posisi utang luar negeri Indonesia tumbuh sebesar 0,04% (yoy), melambat dibandingkan dengan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 2,9% (yoy). Penurunan tersebut dikontribusikan oleh penurunan utang luar negeri sektor publik dan swasta.[]

Leave a Comment