Redaksi SAH

Angka Prevelensi Stunting Masih Tinggi di Aceh

Bantuan PKH, Featured, Menko PMK Muhajir Effendy, Pilihan, Prevelensi Stunting

BANDA ACEH | SAH – Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Mujahir Effendy menyorot masih tingginya angka prevelensi stunting di Aceh yakni 20 persen. Ia meminta stakeholder terkait untuk memperhatikannya, karena target nasional harus bisa turun 14 persen dalam tahun 2924.

Hal itu disampaikan Muhajir Effendy saat berjunjung ke Lampulo, Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh, Rabu, 27 Maret 2024. Ia meminta para kepala desa untuk mengetahui berapa jumlah ibu hamil, agar bisa mengantisipasi stunting sejak dini di desa masing-masing.

“Arahkan ibu hamil untuk melakukan USG minimal enam kali ke Puskesmas, gratis. Menangani stunting sejak masa kehamilan penting, karena lebih sulit jika sudah lahir, Ibu hamil harus bisa memenuhi asupan gizi anak secara optimal, mulai dari karbohidrat, protein, vitamin, hingga mineral. Insha Allah, bersama kita bisa mewujudkan generasi emas 2045 yang sehat, kuat, cerdas, dan berakhlak mulia,” ujarnya.

Baca Juga: kredit-bank-umum-tumbuh-1038-persen

Dalam kunjungan tersebut Muhajir Effendy turut menyerahkan secara simbolis bantuan beras cadangan pangan pemerintah, bantuan stunting, dan santunan BPJS Ketenagakerjaan. Ia menegaskan, kedatangan dirinya bersama sejumlah deputi ke Banda Aceh untuk memantau langsung berbagai bantuan yang telah dicanangkan oleh Presiden Jokowi, mulai dari Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Langsung Tunai (BLT), hingga bantuan beras CPP, dana pemerintah.

Pada kesempatan yang sama, Penjabat (Pj) Wali Kota Banda Aceh, Amiruddin, menyampaikan, terkait PKH, Pemko Banda Aceh telah menyalurkan Rp2.535.432.885 pada tahap pertama. Jumlah tersebut diperuntukkan untuk 4.526 keluarga penerima manfaat yang tersebar di sembilan kecamatan dalam Kota Banda Aceh.

Baca Juga: 11-jenazah-di-perairan-aceh-jaya-dipastikan-imigran-rohingya

Terkait dengan penurunan stunting Amiruddin menjelaskan berbagai upaya telah dilakukan, di antaranya pemeriksaan ibu hamil, pemberian tablet tambah darah bagi remaja putri dan ibu hamil, serta pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil kurang energi kronis.

“Selain itu kita juga telah melakukan pemberian makanan tambahan berbahan pangan lokal, pemantauan tumbuh kembang balita, kampanye pemberian ASI ekslusif, peningkatan cakupan imunisasi, serta edukasi remaja putri, ibu hamil, dan keluarga balita,” urainya.

Menutup kunkernya di Lampulo, Menko PMK Muhadjir Effendy bersama Pj Gubernur Aceh Bustami Hamzah dan Pj Wali Kota Banda Aceh Amiruddin menyerahkan secara simbolis bantuan beras CPP, paket bantuan stunting, dan santunan kematian dari BPJS Ketenagakerjaan kepada sejumlah penerima manfaat.[]

Leave a Comment