Redaksi SAH

Dewan Nasional Evaluasi KEK Arun Lhokseumawe

Featured, Kawasan Ekonomi Khusus, KEK Arun Lhokseumawe, Pilihan

JAKARTA | SAH – Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) memantau dan mengevaluasi keberlangsungan KEK serta merekomendasikan langkah tindak lanjut hasil evaluasi kepada presiden sesuai dengan amanat Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan KEK.

Hal itu disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK Rizal Edwin Manangsang dalam rapat kerja nasional di Jakarta, Rabu, 24 April 2024.  “Kami juga mengevaluasi kontribusi KEK terhadap perekonomian daerah, meliputi pertumbuhan investasi, pertumbuhan tenaga kerja, dan pertumbuhan nilai tambah bruto atau produk domestik regional bruto,” ucap Edwin.

Dalam rapat kerja, disimpulkan bahwa 20 KEK telah mencatatkan realisasi investasi, penambahan jumlah pelaku usaha dan penyerapan tenaga kerja yang cukup positif. Sepanjang triwulan I/2024, 20 KEK telah mencatatkan capaian investasi sebesar Rp15,1 Triliun, penyerapan tenaga kerja sebanyak 9.342 orang serta terdapat tambahan 19 pelaku usaha baru yang berinvestasi di KEK. Secara kumulatif hingga triwulan I/2024, 20 KEK telah mencatatkan realisasi investasi sebesar Rp187,5 triliun dengan menyerap 126.506 orang tenaga kerja.

Baca Juga: bi-dorong-hilirisasi-sektor-pertanian-di-aceh

Sementara itu KEK Arun Lhokseumawe dinilai  berpotensi menarik investasi sebesar USD3,8 Miliar dan diproyeksikan dapat menyerap 40.000 tenaga kerja hingga tahun 2027.

KEK yang diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada 14 Desember 2018 itu berfokus pada beberapa sektor yaitu energi, petrokimia, agro industri pendukung ketahanan pangan, logistik serta industri penghasil kertas kraft.

Dari sektor energi (minyak dan gas) akan dikembangkan regasifikasi LNG, LNG Hub/ Trading, LPG Hub/Trading, Mini LNG Plant PLTG dengan pengembangan pembangkit listrik yang ramah lingkungan atau clean energy solution provider.

Infrastruktur logistik juga dikembangkan untuk mendukung input dan output dari industri minyak dan gas, petrokimia dan agro industri, melalui peningkatan infrastruktur pelabuhan dan dermaga berstandar Internasional.[]

Leave a Comment