Redaksi SAH

Kementerian PUPR Alokasikan Rp43 Miliar Untuk Proyek Break Water Aceh Barat

Featured, Proyek Break Water

MEULABOH | SAH – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengalokasikan anggaran Rp43 miliar untuk kelanjutan proyek break water di Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas PUPR Kabupaten Aceh Barat, Kurdi. Menurutnya, pembangunan tanggul break water tersebut untuk mengatasi persoalan abrasi pantai yang selama ini dikeluhkan oleh masyarakat berdomisili sekitar pesisir Meulaboh.

Tanggul yang dibangun pemerintah pusat tersebut dinilai efektif untuk mencegah terjadinya abrasi pantai, sekaligus menghindari potensi bencana pasang surut air laut yang terjadi di pemukiman masyarakat yang bermukim di sekitar pantai.

Baca Juga: pemerintah-lelang-tujuh-sbsn-senilai-rp507-triliun

Kurdi mengatakan, pada tahun 2020 lalu, pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR RI juga telah mengalokasikan anggaran dengan pagu Rp17 miliar untuk melakukan pembangunan tanggul pemecah ombak di Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat. Pada tahun 2021, pemerintah pusat kembali mengalokasikan anggaran anggaran sebesar Rp33 miliar untuk melanjutkan proyek serupa.

“Dengan dilanjutkannya pembangunan tanggul pengaman pantai di Meulaboh, kita berharap masyarakat terlindungi dari terjangan abrasi pantai dan bencana alam banjir rob. Pemerintah pusat merencanakan panjang pembangunan tanggul sepanjang 1,6 kilometer, membentang dari Desa Suak Indrapuri hingga Desa Ujong Kalak, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat,” jelasnya.[] 

Leave a Comment