BANDA ACEH | SAH – Penyaluran pembiayaan oleh perbankan di Aceh masih sangat dominan ke sektor konsumtif. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melansir porsi pembiayaan konsumtif pada Oktober 2023 sebesar 67,93 persen, hanya turun 0,04 persen dari posisi September 2023 sebesar 67,97 persen.
Pembiayaan kepada sektor konsumtif turun dari bulan sebelumnya, sejalan dengan peningkatan porsi pembiayaan produktif, di mana porsi pembiayaan berdasarkan jenis penggunaan untuk modal kerja Oktober 2023 sebesar 17,81 persen (September 2023: 18,01 persen) dan porsi pembiayaan investasi sebesar 14,26 persen (September 2023: 14,02 persen).
Meski demikian OJK menilai kinerja intermediasi Bank Umum (BU) di Aceh terus tumbuh, di mana pada Oktober 2023 pembiayaan tumbuh 12,38 persen yoy menjadi Rp37,75 triliun dan tumbuh 0,74 persen yoy dari bulan September 2023 sebesar Rp37,48 triliun. Pertumbuhan pembiayaan Oktober 2023 jauh lebih tinggi dari pertumbuhan kredit/pembiayaan perbankan nasional posisi Oktober 2023 sebesar 8,99 persen.
Financing to Deposit Ratio (FDR) BU di Aceh pada Oktober 2023 tercatat 91,46 persen (posisi September 2023: 94,01 persen) atau masih lebih tinggi dari LDR/FDR BU nasional sebesar 84,19 persen disebabkan peningkatan Dana Pihak Ketiga (DPK) 3,54 persen (mtm) dari Rp36,86 triliun menjadi Rp41,28 triliun.
Rasio pembiayaan bermasalah (Non Performing Financing/NPF) BU di Aceh sebesar 1,78 persen (September 2023: 1,80 persen) atau lebih baik dari rasio NPF BU nasional sebesar 2,42 persen. Rasio risiko atas kredit (Loan at Risk/LaR) BU di Aceh sebesar 6,23 persen, turun dari bulan sebelumnya sebesar 6,38 persen yang mencerminkan kinerja pembiayaan perbankan di Aceh semakin baik.
Hal yang sama pada porsi pembiayaan kepada UMKM meningkat menjadi 28,06 persen (September 2023: 28,01 persen). Penyaluran pembiayaan pada sektor pemilikan peralatan rumah tangga lainnya (termasuk multiguna) masih mendominasi sebesar 57,96 persen (September 2023: 57,95 persen), porsi tersebut terus turun dari Agustus 2023 sebesar 58,36 persen.
Sementara, porsi pembiayaan sektor perdagangan besar dan eceran sebesar 14,45 persen (September 2023: 14,60 persen), pembiayaan sektor kepemilikan rumah tinggal sebesar 7,47 persen (September 2023: 7,50 persen), pertanian perburuan dan kehutanan sebesar 5,94 persen (September 2023: 5,86 persen) serta industri pengolahan dan kepemilikan kendaraan bermotor menjadi masing-masing 3,33 persen dan 2,19 persen (September 2013: 3,32 persen dan 2,21 persen).
Rentabilitas BU Oktober 2023 terjaga positif tercermin dari rasio ROA sebesar 2,76 persen sama dengan September 2023 dengan kondisi likuiditas yang kuat tercermin dari rasio Current Account to Saving Account yang tinggi sebesar 75,88 persen sama dengan September 2023 yang turut mempengaruhi efisiensi pada BU di Aceh.[]



