BANDA ACEH | SAH – Jumlah penderita kanker rahim dan payudara di Aceh masih sangat tinggi, kebanyakan penderita telat berobat, seharusnya bisa dicegah jika dodeteksi lebih awal.
Hal tersebut diungkapkan Dr. Derevie Hendryan Maulina, Sp.OG saat menjadi pemateri acara parenting “Edukasi Potensi, Pencegahan dan Penanganan Kanker pada Wanita” yang berlangsung di Aula Fakultas Psikologi UIN Ar-Raniry, Kopelma Darussalam, Banda Aceh, Sabtu, 24 Februari 2024.
“Di Aceh masih sangat tabu membicarakan tentang cara pencegahan kanker. Data menunjukkan bahwa 30 persen wanita berobat pada saat awal diagnosa kanker, sedangkan 60 persennya lagi saat sudah sudah stadium 2 atau 3 sehingga kanker tersebut sudah menyebar ke kelenjar lain baik hati, paru-paru hingga ke otak,” ungkapnya.
Acara Parenting Class ke-27 yang digelar Sekolah Luar Biasa The Nanny Children Center (SLB TNCC) Banda Aceh tersebut, fokus memberikan edukasi edukasi kanker khusus wanita, sebagai bentuk edukasi bagi orang tua, calon orangtua maupun masyarakat umum.
Pada acara yang sama, Ketua Yayasan Rumah Kita Indonesia (YKRI), Dr. H. Dahlawi, M.Si mengatakan, TNCC sudah menjalin kerja sama dengan Fakultas Psikologi UIN Ar-Raniry maupun instansi lainnya karena dengan banyaknya kerja sama meningkatkan cakrawala berpikir serta saling membantu satu sama lain.
“Materi kali ini sangat bagus untuk wanita di mana sekarang banyak sekali masalah dialami wanita. Juga banyak pelantaran anak dan pengasuhan yang salah oleh orang tua” papar Dahlawi.
Dekan Fakultas Psikologi UIN Ar-Raniry Prof. Dr. Muslim, M.Si mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, tema seeprti itu sangat penting untuk dipelajari karena sangat minim edukasi tentang kanker di masyarakat. Muslim juga menceritakan pengalaman tentang beberapa mahasisiwanya yang meninggal dunia tanpa mengetahui penyebabnya adalah kanker.[]



