JAKARTA | SAH – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pangsa pasar perbankan syariah di Indonesia terus meningkat menjadi 7,38 persen, dengan pertumbuhan aset mencapai 9,71 persen atau Rp892,97 triliun pada Maret 2024.
Hal itu diungkapkan Deputi Komisioner Pengawasan Bank Pemerintah dan Syariah Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Defri Andri pada kegiatan Bulan Pembiayaan Syariah. Ia mengapresiasi kolaborasi penyelenggaraan BPS yang diharapkan dapat mendorong peningkatan skala usaha dan pertumbuhan porsi pembiayaan syariah.
Defri menambahkan, OJK telah menerbitkan Roadmap Pengembangan dan Penguatan Perbankan Syariah Indonesia 2023-2027 (RP3SI). Penguatan diferensiasi produk dan layanan perbankan syariah didorong dengan strategi Pengembangan Keunikan Produk Syariah. Salah satu produk yang dikembangkan adalah Cash Waqf Link Deposit (CWLD) yang berbasis wakaf uang temporer melalui sinergi perbankan syariah dengan keuangan sosial syariah.
Baca Juga: Ransomeware Serang Pusat Data Nasional
Sementara itu Deputi Gubernur Bank Indonesia, Juda Agung menilai, Indonesia memiliki peran strategis Indonesia dalam mendorong kemajuan ekonomi syariah (Eksyar), terutama dalam penguatan ekosistem halal menuju Indonesia sebagai pusat industri halal dunia. Indonesia pada peringkat ketiga dalam Global Islamic Economy Score 2023.
Juda menambahkan, ekspansi eksyar dari sisi pembiayaan juga ditunjukkan oleh pertumbuhan pembiayaan syariah pada Mei 2024 yang tumbuh tinggi mencapai 14,07 persen (yoy), lebih tinggi dari pembiayaan konvensional yang tumbuh 12,15 persen (yoy).
“Untuk meningkatkan porsi pembiayaan syariah ke depan diperlukan dukungan strategi yang difokuskan pada: pertama, peningkatan inklusi melalui project charter, berbagai business matching akan dilakukan yang menyasar sektor ekonomi kreatif dan Islamic ecosystem seperti pesantren,” jelas Juda.
Baca Juga: Porsi Pembiayaan UMKM Baru 7,3 Persen
Langkah lain yang dilakukan adalah peningkatan inovasi, salah satunya melalui digitalisasi business matching menggunakan platform pembiayaan/pendanaan syariah terintegrasi untuk pembiayaan komersial syariah dan platform SatuWakaf Indonesia Marketplace untuk pembiayaan sosial syariah.
Selain itu juga peningkatan inisiatif bersama melalui sinergi antarlembaga dan industri jasa keuangan syariah agar dampak yang dihasilkan dapat semakin besar bagi pengembangan keuangan syariah ke depan.[]



