Redaksi SAH

Pinjaman Online Nasabah dari Aceh Capai Rp1,93 Triliun

Featured, Otoritas Jasa Keuangan, Pinjaman Online

BANDA ACEH | SAH – Pinjaman online nasabah sampai Juli 2023 mencapai mencapai Rp1,93 triliun dengan outstanding (baki debet) pembiayaan sebesar Rp129 miliar, tumbuh 11,03 persen dari Juni 2022 sebesar Rp116 miliar.

Hal itu terungkap dari laporan yang dirilis Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Aceh baru-baru ini. Menurut data OJK, kinerja fintech peer to peer lending (pinjaman online) yang terdaftar di OJK dengan identitas nasabah dari Aceh terus meningkat dari tahun ke tahun.

Kepala OJK Aceh, Yusri dalam laporan tersebut menjelaskan, peningkatan outstanding pembiayaan diikuti dengan peningkatan risiko kredit dari pembiayaan bermasalah (TWP90) pada Juli 2023 sebesar 1,92 persen (Juni 2023: 1,34 persen), meskipun tingkat risiko TWP90 dimaksud masih lebih rendah dari nasional sebesar 3,47 persen.

“OJK senantiasa mengimbau kepada masyarakat yang ingin menggunakan layanan fintech lending agar memperhatikan kemampuan membayar, memahami syarat dan ketentuan, termasuk bunga/marjin, denda dan rincian biaya yang dikenakan. Sehingga, dapat terhindar dari kerugian di masa mendatang,” imbaunya.

Di sisi lain, pendapatan premi sektor asuransi di Aceh selama periode Januari hingga Juni 2023 mencapai Rp298 miliar, meningkat 18,55 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya (2022) yang hanya Rp252 miliar. Pertumbuhan premi asuransi jiwa pada Juni 2023 naik sebesar 21,68 persen (yoy) dan premi asuransi umum dan reasuransi naik sebesar 12,54 persen (yoy).

Begitu juga dengan perusahaan pembiayaan di Aceh juga mengalami peningkatan kinerja  di mana piutang pembiayaan Juli 2023 tumbuh agresif sebesar 12,44 persen (yoy) atau meningkat dari Juni 2023 yang tumbuh 11,68 persen (yoy) menjadi Rp4.294 miliar serta rasio NPF Juli 2023 terkendali sebesar 1,35 persen atas masih sama dari bulan sebelumnya sebesar 1,35 persen (Juni 2023).

Sementara itu perusahaan dana pensiun mencatat jumlah investasi pada Juli 2023 sebesar  Rp825 miliar dengan nilai aset Rp845 miliar atau tumbuh dibandingkan dengan Desember 2022 dengan jumlah investasi Rp741 miliar (11,29 persen) dan nilai aset sebesar Rp777 miliar (8,84 persen).

Sedangkan kinerja Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS) pada Juli 2023 di Aceh sedikit mengalami penurunan dibandingkan Juni 2023,  di mana total aset Juli 2023 sebesar Rp56,10 miliar (naik 0,07 persen dari Juni 2023) sementara pembiayaan Juli 2023 sebesar Rp33,19 miliar (turun 15,85 persen dari Juni 2023).[]

Leave a Comment